fikirku

 

Menekuk dahi bergumam tak henti

Setiap waktu bertanya pada diri

“mengapa masih disini?”

 

Tak pantas ku berfikir

Bahwa waktu yang berkuasa

Mengeluh merenta berputus asa

Padahal ada yang Berkuasa

 

Lagi-lagi kubertanya

Kapan waktu akan menjawab?

Tak ingin ku mencerna

Bahwa do’alah yang menjawab

 

Lalu kubertanya “mengapa waktuku tak menemukan jalan?”

Tak tersadar yang sedang kulewati adalah jalan

Berbatu, berpasir, berduri dan penuh kerikil

“apakah waktuku akan terhenti?”

Taksabar dengan kehendak kemudian mematahkan kaki dan diam pasungkan lidah

 

Kini masih merenta meminta waktu direntangkan didepan mata

 

Advertisements

Semangat Pagi

Gambar

Langit mulai menyapa

setelah beberapa pagi sendu menyendiri

ini tanda pagi hangat tenang

tak ada kata menyerah

sisingkan baju hadapi kerikil hidup

langit sudah takmpakkan raga

tak ada kata sedih untuk tampakkan jiwa

ini percikan semangatku

semangat pagi harum sang mentari

LUPA AKU PADA DINGIN

Hujan mulai ribut bersentakan di genteng

Bising dan ribut

Dingin mengigilkan tubuh

Hanya hangat yang mampu redupkan dingin

Pahit lidah mulai memenggilnya manisnya serupan

Manis itu datang dari air hitam

Pekat dan panas

Nikmat hangatkan raga

Setiap tetesan manisnya

Lupakan bising hujan dan dinginnya hawa

Hangatnya menggetarkan badan

Lupakan beku yang sempat menangkap raga

TEMANI CITAKU

Tulisan – tulisan ini mulai menari di kepalaku

Mataku perlahan-lahan ingin tertutup

Ah, apakah ini akhir dari malam ini?

Tak luput dari dinginnya malam yang mulai mengajakku bermain mimpi

Otakku mulai berbicara dengan karya akademisi ini

Tak ingin ada rasa kantuk menghantui lagi

Ya,, aku butuh teman….

Teman yang hangat….

Teman malam, pagi hingga sore tiba

Teman ini pekat hitam,

Manis dan nikmat

Mataku mulai menari riang, otakku pun tak ingin ketinggalan

Jemariku mulai menyatukan hatinya dengan semangat citaku

Hanya secangkir kopi manis temani citaku jua