fikirku

 

Menekuk dahi bergumam tak henti

Setiap waktu bertanya pada diri

“mengapa masih disini?”

 

Tak pantas ku berfikir

Bahwa waktu yang berkuasa

Mengeluh merenta berputus asa

Padahal ada yang Berkuasa

 

Lagi-lagi kubertanya

Kapan waktu akan menjawab?

Tak ingin ku mencerna

Bahwa do’alah yang menjawab

 

Lalu kubertanya “mengapa waktuku tak menemukan jalan?”

Tak tersadar yang sedang kulewati adalah jalan

Berbatu, berpasir, berduri dan penuh kerikil

“apakah waktuku akan terhenti?”

Taksabar dengan kehendak kemudian mematahkan kaki dan diam pasungkan lidah

 

Kini masih merenta meminta waktu direntangkan didepan mata

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s